Blogroll

Rabu, 28 September 2016

KONFIGURASI OSPF



TUGAS PRAKTIK :
MELAKUKAN KONFIGURASI DYNAMIC ROUTING (OSPF)




1.        Buatlah topologi jaringan seperti berikut ini (dengan router 2811, Kabel serial DCE dan straight )
2.        Atur IP address pada PC0

3.        Atur IP address pada PC1

4.        Atur IP address pada PC2

5.        Atur IP address pada PC3

6.        Atur IP address pada Router0
Konfigurasi IP address pada FastEthernet0/0
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#ip addres 192.168.1.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Konfigurasi IP address pada Serial0/2/0
Router(config)#interface Serial0/2/0
Router(config-if)# ip address 12.12.12.1 255.255.255.0
Router(config-if)# clock rate 64000
Router(config-if)# no shutdown
Konfigurasi IP address pada Serial0/3/0
Router(config)#interface Serial0/3/0
Router(config-if)# ip address 13.13.13.1 255.255.255.0
Router(config-if)# clock rate 64000
Router(config-if)# no shutdown


7.        Atur IP address pada Router1
Konfigurasi IP address pada FastEthernet0/0
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)# ip address 192.168.2.3 255.255.255.0
Router(config-if)# no shutdown
Konfigurasi IP address pada Serial0/2/0
Router(config)#interface Serial0/2/0
Router(config-if)# ip address 12.12.12.2 255.255.255.0
Router(config-if)# clock rate 64000
Konfigurasi IP address pada Serial0/3/0
Router(config)#interface Serial0/3/0
Router(config-if)# ip address 24.24.24.1 255.255.255.0
Router(config-if)# clock rate 64000
Router(config-if)# no shuttdown




8.        Atur IP address pada Router2
Konfigurasi IP address pada FastEthernet0/0
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)# ip address 192.168.3.4 255.255.255.0
Router(config-if)# no shutdown
Konfigurasi IP address pada Serial0/2/0
Router(config)#interface Serial0/2/0
Router(config-if)# ip address 34.34.34.1 255.255.255.0
Router(config-if)# clock rate 64000
Router(config-if)# no shutdoown                 
Konfigurasi IP address pada Serial0/3/0
Router(config)#interface Serial0/3/0
Router(config-if)# ip address 13.13.13.2 255.255.255.0
Router(config-if)# clock rate 64000
Router(config-if)# no shutdown


9.        Atur IP address pada Router3
Konfigurasi IP address pada FastEthernet0/0
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.4.5
Router(config-if)# no shutdown
Konfigurasi IP address pada Serial0/2/0
Router(config)#interface Serial0/2/0
Router(config-if)# ip address 34.34.34.2 255.255.255.0
Router(config-if)# clock rate 64000
Konfigurasi IP address pada Serial0/3/0
Router(config)#interface Serial0/3/0
Router(config-if)# ip address 24.24.24.2 255.255.255.0
Router(config-if)# clock rate 64000
Router(config-if)# no shutdown



10.    Konfigurasi OSPF
Konfigurasi Router0
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#network 192.168.1.2 255.255.255.0 area 1
Router(config-router)# network 12.12.12.1 255.255.255.0 area 1
Router(config-router)# network 13.13.13.1 255.255.255.0 area 1
Router(config-router)#log-adjacency-changes



Konfigurasi Router1
Router(config)# router ospf 10
Router(config-router)# network 192.168.2.3 255.255.255.0 area 1
Router(config-router)# network 12.12.12.2 255.255.255.0 area 1
Router(config-router)# network 24.24.24.1 255.255.255.0 area 1
Router(config-router)#log-adjacency-changes


Konfigurasi Router2
Router(config)# routing ospf 10
Router(config-router)#network 192.168.3.4 255.255.255.0 area 1
Router(config-router)# network 34.34.34.1 255.255.255.0 area 1
Router(config-router)# network 13.13.13.2 255.255.255.0 area 1
Router(config-router)#log-adjacency-changes


Konfigurasi Router3
Router(config)# routing ospf 10
Router(config-router)# network 192.168.4.5 255.255.255.0 area 1
Router(config-router)# network 34.34.34.2 255.255.255.0 area 1
Router(config-router)# network 24.24.24.2 255.255.255.0 area 1
Router(config-router)#log-adjacency-changes




MENGECEK KONFIGURASI DAN KONEKSI

1.         Mengecek koneksi dari PC0 ke PC lain




2.          Mengecek rute yang dilewati



Konfigurasi OSPF Selesai !!!

Rabu, 14 September 2016

TUGAS RANCANG BANGUN JARINGAN II OSPF

TUGAS RANCANG BANGUN JARINGAN




1.      Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang protokol routing link state ?, Sebutkan contohnya !
Jawab :
Link state adalah proses routig yang membangun tepologi data basenya sendiri. Konsep dasar dari link state adalah setiap router menerima peta (map) dari router tetangga. Link state bekerja dengan cara yang berbeda dalam distance vector. Walaupun proses pengumpuan informasi routingnya lebih rumit dan berat dari distance vector, namun link state lebih realible, lebih skalable dalam melayani jaringan besar, lebih terstuktur dan juga menghemat bandwith.
2.       Jelaskan karakteristik dari OSPF ?
Jawab:
OSPF (Open Shortest Path First) merupakan interior routing protocol yang biasa digunakan untuk AS (Aoutonomous System) yang besar.
Karakteristik :
a.       Protocol link state.
b.      Merupakan open standard protocol, artinya dapat digunakan dan diadopsi oleh siapapun.
c.       Menggunakan algoritma SPF untuk menghitung cost.
d.      Update routing dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi jaringan
e.       Menggunakan protocol broadcast
f.       OSPF adalah linkstate protocol dimana data memelihara rute dalam network struktur dan dapat dibangun beberapa bagian dari network.
3.       Apa yang kamu ketahui tentang :
Jawab :
a.       Hello Packet
Berisikan informasi seputar pernak-pernik yang ada pada router pengirim. Hello packet pada umumnya dikirim dengan menggunakan multicast address untuk menuju ke semua router yang menjalankan OSPF (IP multicast 224.0.0.5). Semua router yang menjalankan OSPF pasti akan mendengarkan protokol hello ini dan juga akan mengirimkan hello packet-nya secara berkala. Cara kerja dari Hello protocol dan pembentukan neighbour router terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari jenis media di mana router OSPF berjalan.
b.      Designated Router
router yang terpilih ketika beberapa router OSPF terhubung ke dalam satu jaringan multi-access yang sama (misalnya Ethernet). Fungsinya adalah untuk meminimalisasi jumlah adjacency yang terbentuk di network tersebut. Designated Router dipilih untuk menerima/mengirim paket dari/ke jaringan broadcast atau broadcast link. Router-router OSPF sisanya akan menjalin adjacency dengan Designated Router saja. Dengan begitu, keutuhan jaringan total akan terjaga. Yang terpilih adalah router yang memiliki prioritas tertinggi.
c.        Backup Designated Router
fungsinya adalah sebagai backup bagi Designated Router. Hanya saja dia tidak meneruskan paket LSA.
d.      LSR (Link-State Request)
LSR Packet digunakan sebuah router untuk meminta informasi yang ada dalam Link State Database milik router lain. Informasi ini bisa saja informasi spesifik maupun informasi ambahan yang dimiliki oleh router lain. LSR Packet juga dikirimkan dalam bentuk komunikasi unicast.
e.        LSAck (Link-state Acknowledgement)
LSA Acknowledgment atau LSasck merupakan paket yang berguna untuk memberitahukan kepada router pengirim LSU bahwa LSU Packet telah diterima.
f.        LSU (Link State Update)
LSU Packet merupakanpaket yang berisi informasi routing dari setiap router. Indormasi routing ini bersala dari Link State Database. LSU Packet merupakan jawaban dari LSR Packet. LSU Packet dikirimkan secara unicast
g.      DBD (Database Description)
DBD Packet digunakan untuk kepentingan sinkronisasi Link State Database. DBD Packet berisi ringkasan Link State Database. DBD Packet berisi ringkasan Link State Database dan akan dikirimkan ke router lain.
4.      Apa yang kamu ketahui mengenai Fast Convergence ?
Jawab :
Menggambarkan inter-op-erabilitas dari berbagai bentuk aplikasi dan perangkat yang memungkinkan mereka untuk berkomunikasi satu sama lain.
5.       Jelaskan proses dari Neighbor Establishment dari OSPF !
Jawab :
Proses dari Neighbor Establishmentdari OSPF
Sebelum router OSPF bisa menyebarkan link-state ke router yang lain, pertama kali router ini harus memastikan apakah ada OSPF neighbor lain pada setiap link di router ini. OSPF router mengirimkan paket Hello pada semua interface OSPF yang enabled untuk memeriksa apakah ada neighbor di link tersebut. Informasi dalam OSPF Hello mencakup OSPF Router ID dari router yang mengirimkan paket Hello tersebut. Penerima OSPF Hello paket kemudian mereply bahwa ada router OSPF lain pada link ini. OSPF kemudian membentuk adjacency dengan neighbor ini. Sebagai contoh, dalam gambar berikut , R1 akan mendirikan adjacencies dengan R2 dan R3.

6.      Jelaskan tentang OSPF Hello dan Dead Intervals !
Jawab :
Dua router dapat membentuk OSPF neighbor adjacency , mereka harus setuju pada tiga nilai: Halo interval, dead interval, dan tipe jaringan. Halo OSPF Interval yang menunjukkan seberapa sering sebuah router OSPF mengirimkan paket Hello. Secara default, paket OSPF Halo dikirimkan setiap 10 detik pada segment multiaccess dan point-to-point dan setiap 30 detik untuk segmen non-broadcast multiaccess (NBMA) (Frame Relay, X.25, ATM).
Dalam kebanyakan kasus, OSPF Halo paket akan dikirim sebagai multicast ke reserved address untuk semua OSPFRouters di 224.0.0.5. Menggunakan alamat multicast memungkinkan sebuah perangkat untuk mengabaikan paket OSPF jika interfacenya tidak diaktifkan. Ini menghemat waktu proses CPU untuk device yang non-OSPF.
Periode Dead Interval, yang dinyatakan dalam detik, bahwa router akan menunggu untuk menerima paket Halo sebelum menyatakan bahwa neighbor “down”. Cisco menggunakan default empat kali Hello interval. Untuk multiaccess dan point-to-point segmen, periode ini adalah 40 detik. Untuk NBMA jaringan, Dead Interval adalah 120 detik.
Jika Dead interval berakhir sebelum router menerima paket Hello, OSPF akan menghapus neighbor ini dari link-state database. Router kemudian menyebarkan informasi link-state tentang neighbor yang “down” melalui semua OSPF interface yang aktif.
Dead Interval merupakan jumlah dalam hitungan detik sebelum tetangga dinyatakan down. Secara default dead interval adalah 4 kali hello interval.
7.      Bagaimana cara pemilihan DR dan BDR ?
Jawab :
Router yang ada pada jaringan memilih router dengan prioritas interface yang paling tinggi sebagai DR. router dengan prioritas interface tertinggi kedua dipilih sebagai BDR. Prioritasnya dapat dikonfigurasi dengan nomer antara 0-255. Prioriatas yang paling tinggi, router lebih memungkinkan terpilih menjadi DR. jika prioritasnya 0, router tidak memungkinkan menjadi DR. prioritas default dari interface multicast broadcast adalah 1. Oleh karena itu, jika dengan kata lain terkonfigurasi, semua router yang memiliki nilai prioritas yang sama dan harus bergantung pada pelanggaran metode selama pemilihan DR/BDR.
Jika prioritas ineterfacenya sama, kemudian router dengan routerID yang paing tinggi akan terpilih sebagai DR. Router dengan router ID tertinggi kedua merupakan BDR.
8.      Apa saja permasalahan yang terjadi dari Routing OSPF ?
Jawab :
Semakin membesarnya area jaringan yang dilayaninya akan semakin banyak informasi yang saling dipertukarkan. Semakin banyak router yang perlu dilayani untuk menjadi neighbour dan adjacence. Dan semakin banyak pula proses pertukaran informasi routing terjadi. Hal ini akan membuat router OSPF membutuhkan lebih banyak sumber memory dan processor. Jika router tersebut tidak dilengkapi dengan memory dan processor yang tinggi, maka masalah akan terjadi pada router ini.
9.       Apa saja kekurangan atau kelebihan  dari Routing OSPF  ?
Jawab :
a.    Kelebihan OSPF :
§  Tidak menghasilkan routing loop
§  Mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus
§  Dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan
§  Membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
§  Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat
b.    Kekurangan OSPF :
§  Membutuhkan basis data yang besar
§  Lebih rumit
§  Kinerja router cenderung melambatketika banyak neighboor bertambah