Blogroll

Selasa, 30 Agustus 2016

Pengaturan Jaringan Dalam Suatu Perusahaan (EIGRP)

TUGAS RANCANG BANGUN JARINGAN II
Tema : Pengaturan  Jaringan Dalam Suatu Perusahaan
1.      Tuliskan apa yang dimaksud dengan EIGRP !
ð  Enhanced IGRP adalah  sebuah  protocol distance – vector yang classless yang sudah ditingkatkan (Enhanced), yang memberikan kita keungulan yang nyata dibandingkan propriertary Cisco lainnya, yaitu Interior Gateway Routing Protocol (IGRP). Inilah pada dasarnya mengapa  disebut Enhanced IGRP.
2.      Tuliskan apa yang kamu ketahui tentang penggunaan protocol routing EIGRP !
ð  EIGRP menggunakan konsep dari sebuah autonomous system untuk menggambarkan kumpulan dari router-router yang contiguous (berentetan, sebelah-menyebelah) yang menjalankan routing protocol yang sama dan berbagai informasi routing. Tetapi tidak seperti IGRP, EIGRP memasukan subnet mask kedalam update route-nya. EIGRP kadang-kadang disebut sebagai routing protocol protocol hybrid karena ia mempunyai karakteristik-karakteristik baik dari protocol distance-vector maupun dari protocol link-state.
3.      Tuliskan apa yang kamu ketahui tentang terminologi  dan table routing EIGRP !
ð  Terminologi (bahasa latin:terminus) atau peristilahan adalah ilmu tentang istilah dan penggunaannya. Istilah dalam bahasa arab adalah kata dan gabungan kata yang digunakan dalam konnteks tertentu.
Ø  Table routing EIGRP
a.       Table neighborship (biasanya disebut sebagai tabel tetangga atau neighbor table). Merekam informasi tentang router-reouter yang telah membantuk hubungan bertetangga (neighborship).
b.      Tabel topologi menyimpan pengumuman-pengumuman (advertisement) route tentang semua route di inetnetwork yang diterima dari setiap teangga.
c.       Tabel route menyimpan route-route yang sekarang digunakan untuk membuat keputusan routing. Akan ada copy-copy terpisah dari setiap tabel ini untuk masing-masing protocol yang secara aktif yang didukung oleh EIGRP, apakah itu IP, IPX atau Apple Talk.
4.      Bandingkan penggunaan Protokol Routing EIGRP dengan Protocol Routing RIP ? tuliskan kelebihan dan kekurangan kedua protocol tersebut !
ð  EIGRP menggunakan konsep dari sebuah autonomous system untuk menggambarkan kumpulan dari router-router yang contiguous (berentetan, sebelah-menyebelah) yang menjalankan routing protocol yang sama dan berbagai informasi routing. Tetapi tidak seperti IGRP, EIGRP memasukan subnet mask kedalam update route-nya. EIGRP kadang-kadang disebut sebagai routing protocol protocol hybrid karena ia mempunyai karakteristik-karakteristik baik dari protocol distance-vector maupun dari protocol link-state.
Kelebihan Protocol EIGRP
1.      Satu-satunya protocol routing yang menggunakan route backup. Selain memaintain tabel routing terbaik, EIGRP juga menyimpan backup terbaik untuk setiap route sehingga setiap kali terjadi kegagalan pada jalur utama, maka EIGRP menawarkan jalur alternatif tanpa menunggu waktu convergence.
2.      Mudah di konfigurasi semudah RIP
3.      Summarization dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Pada OSPF summarization hanya bisa dilakukan di ABR dan ASBR.
4.      EIGRP satu-satunya yang dapat melakukan unequal load balancing.
5.      Kombinasi terbaik dari protocol distance vector dan link-state.
6.      Mendukung multiple protocol network (IP IPX dan lainnya)
Kekurangan protocol EIGRP
1.      Satu kelemahan utama EIGRP adalah protocol ini cisco-proprietary, sehingga diterapkan pada jaringan multivendor diperlukan satu fungsi yang disebut route distribution.
ð  RIP
Routing Protocol menggunakan algoritma distance vector, yaitu algoritma Bellman-Ford. RIP yang merupakan routing protocol dengan algoritma distance vactor, yang menghitung jumlah  hop (count hop) sebagai outing metric. Jumlah maksimum dari hop yang diperbolehkan adalah 15 hp. Tiap RIP router saling tukar informasi routing tiap 30 detik, melalui UDP port 520. Untuk menghindari loop routing, digunakan teknik split horizon with poison reverse. RIP merupakan routing protocol yang paling mudah untuk di konfigurasi.
Kelebihan protocol RIP :
1.      RIP menggunakan metode Triggered update
2.      RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut ( Triggered Update)
3.      Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan
Kekurangan protocol RIP :
1.      Jumlah host terbatas
2.      RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route
3.      RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM)


MELAKUKAN KONFIGURASI ROUTING DYNAMIC EIGRP

1.      Buatlah topologi jaringan seperti berikut :





 1.      Atur IP address pada laptop0


No
Nama konfigurasi
Setting
1
Jenis pengalamatan
DHCP/Static
2
IP address
192.168.1.2
3
Subnetmask
255.255.255.0
4
Gateway
192.168.1.1

2.      Atur IP address pada laptop1
No
Nama konfigurasi
Setting
1
Jenis pengalamatan
DHCP/Static
2
IP address
192.168.2.2
3
Subnetmask
255.255.255.0
4
Gateway
192.168.2.1

3.      Atur IP address pada laptop2
No
Nama konfigurasi
Setting
1
Jenis pengalamatan
DHCP/Static
2
IP address
192.168.3.2
3
Subnetmask
255.255.255.0
4
Gateway
192.168.3.1

4.      Atur IP address pada router0
Konfigurasi IP address pada FastEthernet 0/0
Router (config) # interface fastethernet 0/0
Router (config-if) # ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router (config-if) # no shutdown

Konfigurasi IP address pada Serial0/1/0
Router (config) # interface Serial0/1/0
Router (config-if) # ip address 10.10.10.0 255.0.0.0
Router (config-if)# clock rate 64000
Router (config-if) # no shutdown
5.      Atur IP address pada Router1
Konfigurasi IP address pada FastEthernet 0/0
Router (config) # interface fastethernet 0/0
Router (config-if) # ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
Router (config-if) # no shutdown

Konfigurasi IP address pada Serial0/1/0
Router (config) # interface Serial0/1/0
Router (config-if) # ip address 10.10.10.2 255.0.0.0
Router (config-if) # no shutdown

Konfigurasi IP address pada Serial0/1/1
Router (config) # interface Serial0/1/1
Router (config-if) # ip address 12.12.12.1 255.0.0.0
Router (config-if)# clock rate 64000
Router (config-if) # no shutdown
6.      Atur IP address pada Router2
Konfigurasi IP address pada FastEthernet 0/0
Router (config) # interface fastethernet 0/0
Router (config-if) # ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
Router (config-if) # no shutdown

Konfigurasi IP address pada Serial0/1/0
Router (config) # interface Serial0/1/0
Router (config-if) # ip address 12.12.12.2 255.0.0.0
Router (config-if)# clock rate 64000
Router (config-if) # no shutdown

MENGECEK KONFIGURASI DAN KONEKSI
1.      Mengecek interface pada router0
Router>enable
Router#show ip interface brief
Gambar yang ditampilkan pada router


2.      Mengecek table routing pada Router0
Router#show ip router
Gambar yang ditampilkan pada router

3.      Mengecek koneksi dari PC0 ke PC lain
PC> ping 192.168.3.2
Gambar yang ditampilkan




4.      Mengecek rute yang dilewati
PC>tracert 192.168.3.2
Gambar yang ditampilkan




KELOMPOK 3 :

  • ELIS SULASTRI,
  • EUIS ARISKA,
  • LUTFIAH SURYANI,
  • NURWIDIYANI,


 XII TKJ 3

Rancang Bangun Jaringan II

TUGAS RANCANG BANGUN JARINGAN II
1.     Apa yang kamu ketahui tentang Routing dinamis ?
·        Routing dinamis merupakan routing protocol digunakan untuk menemukan network serta untuk melakukan update routing table pada router. Routing dinamis ini lebih mudah dari pada menggunakan routing statis dan default, akan tetapi ada perbedaan dalam proses-proses di CPU router dan penggunaan bandwidth dari link jaringan.
2.     Ada berapa jenis Routing dinamis ? Sebutkan dan jelaskan !
a.      RIP (Routing Information Protocol) - Menggunakan algoritma distance vector
·      Routing protokol distance vector
·      Metric berdasarkan hop count untuk pemilihan jalur terbaik
·      Jika hop count lebih dari 15, paket dibuang
·      Update routing dilakukan secara broadcast setiap 30 detik

RIP merupakan routing information protokol yang memberikan routing table berdasarkan router yang terhubung langsung, Kemudian router selanjutnya akan memberikan informasi router selanjutnya yang terhubung langsung dengan itu. Adapun informasi yang dipertukarkan oleh RIP yaitu : Host, network, subnet, rute default.

RIP terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
a.    RIPv1
RIP versi 1
-   Hanya mendukung routing classfull
-   Tidak ada info subnet yang dimasukkan dalam perbaikan routing
-   Tidak mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
-   Perbaikan routing broadcast

Routing Information protocol versi 1 mempunyai karakteristik:
1.      Distance Vector Routing Protocol
2.      Menggunakan metric yaitu hop count
3.      Maximum hop count adalah 15. 16 dianggap sebagai unreachable
4.      Mengirimkan update secara periodic setiap 30 sec
5.      Mengirimkan update secara broadcast ke 255.255.255.255
6.      Mendukung 4 path Load Balancing secara default maximumnya adalah 6
7.      Menjalankan auto summary secara default
8.      Paket update RIP yang dikirimkan bejenis UDP dengan nomor port 520
9.      Bisa mengirimkan paket update RIP v.1 dan bisa menerima paket updateRIP v.1 dan v.2
10.  Berjenis classful routing protocol sehingga tidak menyertakan subjectmask dalam paket update.Akibatnya RIP v.1 tidak mendukung VLSM dan CIDR.
11.  Mempunyai AD 120
b.       RIPv2
 RIP versi 2
·      mendukung routing classfull dan routing classless
·      info subnet dimasukkan dalam perbaikan routing
·      mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
·      perbaikan routing multicast

Secara umum RIPv2 tidak jauh berbeda dengan RIPv1. Perbedaan yang adaterlihat pada informasi yang ditukarkan antar router. Pada RIPv2 informasi yang dipertukarkan yaitu terdapat autenfikasi pada RIPv2 ini.

b.    IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)
 Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) adalah sebuah routing protocol berpemilik yang dikembangkan pada pertengahan tahun 1980-an oleh Cisco Systems, Inc Cisco tujuan utama dalam menciptakan IGRP adalah untuk menyediakan protokol yang kuat untuk routing dalam sistem otonomi (AS). IGRP memiliki hop maksimum 255, tetapi defaultnya adalah 100. IGRP menggunakan bandwidth dan garis menunda secara default untuk menentukan rute terbaik dalam sebuah internetwork (Composite Metrik).
c.         OSPF (Open Short Path First)
OSPF adalah sebuah protocol standar terbuka yang telah dimplementasikan oleh sejumlah vendor jaringan.  Jika Anda memiliki banyak  router, dan tidak semuanya adalah cisco, maka Anda tidak dapat menggunakan EIGRP, jadi pilihan Anda tinggal RIP v1, RIP v2, atau OSPF. Jika itu adalah jaringan besar, maka pilihan Anda satu-satunya hanya OSPF atau sesuatu yang disebut route redistribution – sebuah layanan penerjemah antar – routing protocol.
d.        EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)
Distance vector protocol merawat satu set metric yang kompleks untuk jarak tempuh ke jaringan lainnya. EIGRP menggabungkan juga konsep link state protocol. Broadcast-broadcast di-update setiap 90 detik ke semua EIGRP router berdekatan. Setiap update hanya memasukkan perubahan jaringan. EIGRP sangat cocok untuk jaringan besar.
Pada EIGRP ini terdapat dua tipe routing protokol yaitu dengan distance vektor dan dengan Link state. IGRP dan EIGRP sama-sama sudah mempertimbangkan masalah bandwitdh yang ada dan delay yang terjadi.
e.         BGP (Border Gateway Protocol)
BGP merupakan salah satu jenis routing protocol yang ada di dunia komunikasi data. Sebagai sebuah routing protocol, BGP memiliki kemampuan melakukan pengumpulan rute, pertukaran rute dan menentukan rute terbaik menuju ke sebuah lokasi dalam jaringan. Routing protocol juga pasti dilengkapi dengan algoritma yang pintar dalam mencari jalan terbaik.
3.     Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang Routing Dinamis RIP ?
·        Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalamRFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080(1997).
4.     Bagaimana alur router mempelajari jalur tujuannya dengan metode RIP ?
·        Alamat Tujuan/Destination Address – tujuan atau alamat item yang akan dirouting
·        Mengenal sumber informasi – dari mana sumber (router lain) yang dapat dipelajari oleh router dan memberikan jalur sampai ke tujuan
·        Menemukan rute – rute atau alur mana yang mungkin diambil sampai ke tujuan
·        Pemilihan rute – rute yang terbaik yang di ambil untuk sampai ke tujuan
·        Menjaga informasi routing – suatu cara untuk menjaga jalur sampai ke tujuan yang sudah di ketahui dan paling sering dilalui
5.     Tuliskan Kelebihan menggunakan metode routing RIP?
·           Kelebihan
a.      Menggunakan metode Triggered Update.
b.     RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali
c.      memberikan informasi routing.
d.     Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
e.      Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.
6.     Tuliskan Kekurangan menggunakan metode routing RIP ?
·           Kekurangan
a.        Jumlah host Terbatas
b.       RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
c.        RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
d.       Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada

7.     Sebutkan dan jelaskan metode – metode untuk mengatasi Routing Loop ?
·      Cara mengatasi routing loop :
a.      Maksimum hop, jika tidak dibatasi maksimum hopnya, akan terus mengulang pengiriman data.
b.      Split Horizon (sebuah table update dari sebuah router tidak akan kembalikan atau di kirim kembali.)
c.      Rute poisoning : mengubah network yang putus menjadi penambahan satu dari maksimum hop.
d.      Triggered updates : pada saat ada perubahan network, langsung di update.
e.      Holdwon Timers : jika ada perubahan akan langsung ngasi holdown time, jika matriks nya lebih buruk akan diabaikan. Intinya bahwa dia tidak langsung update table akan tetapi lihat situasi.



KELOMPOK 3 :

  • ELIS SULASTRI,
  • EUIS ARISKA,
  • LUTFIAH SURYANI,
  • NURWIDIYANI,

 XII TKJ 3